Modul Ajar Seni Rupa Kelas 7 SMP: Merancang Motif Ragam Hias Tradisional Nusantara (Bab 3)

Pembelajaran pola ragam hias geometris, flora, fauna, dan figuratif pada kriya Nusantara (batik, ukiran kayu, tenun), teknik stilasi dan deformasi motif, serta penciptaan ornamen dekoratif fungsional.

Capaian dan tujuan pembelajaran

  • Peserta didik mampu mengidentifikasi jenis-jenis motif ragam hias tradisional Nusantara.
  • Peserta didik mampu menerapkan teknik stilasi dan deformasi dalam merancang motif ornamen.
  • Peserta didik mampu menciptakan karya desain ragam hias tradisional pada media fungsional secara kreatif.

Materi pokok & uraian konsep pembelajaran

Ragam hias (*ornamen*) merupakan warisan seni rupa terapan tradisional Nusantara yang menghiasi berbagai media kriya seperti kain batik, tenun ikat, ukiran kayu, tembikar, dan arsitektur rumah adat. Pola ragam hias mencerminkan identitas kultural dan kearifan lokal tiap daerah di Indonesia.

Motif ragam hias dikelompokkan menjadi empat jenis: motif flora (tumbuh-tumbuhan), fauna (satwa), geometris (tumpal, meander, swastika, pilin berganda), dan motif figuratif (figur manusia/topeng). Motif ini disusun menggunakan pola simetris, asimetris, atau pengulangan beraturan (*repetitif*).

Proses perancangan ornamen memanfaatkan teknik stilasi (penggayaan bentuk alami tanpa meninggalkan ciri aslinya) dan deformasi (pengubahan proporsi bentuk menjadi ornamen dekoratif unik). Karya ragam hias menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan adiluhung bangsa.

Peta subtopik bahasan

  • Jenis dan Karakteristik Motif Ragam Hias Nusantara

    Mengenal motif flora, fauna, geometris (kawung, parang), dan figuratif daerah.

  • Pola Susunan Ragam Hias (Simetris, Asimetris, Repetisi)

    Merancang kisi-kisi pola keteraturan dan irama susunan motif ornamen.

  • Teknik Stilasi dan Deformasi Bentuk Alami

    Menggubah bentuk daun atau hewan menjadi motif hias dekoratif bergaya.

  • Penciptaan Karya Desain Ragam Hias pada Produk Fungsional

    Mengaplikasikan desain motif tradisional pada media tote bag, talenan, atau kertas berpola.

Istilah kunci dan glosarium

Ragam Hias (Ornamen)
Bentuk hiasan visual yang berpola teratur yang diterapkan pada karya seni kriya atau arsitektur untuk memperindah permukaan.
Stilasi (Penggayaan)
Teknik mengubah atau menyederhanakan bentuk objek alami menjadi bentuk ornamen dekoratif yang indah tanpa menghilangkan identitas aslinya.
Deformasi
Pengubahan bentuk secara signifikan dengan mengubah struktur atau proporsi objek untuk menciptakan ekspresi visual baru.
Motif Geometris
Ragam hias yang dikembangkan dari bentuk-bentuk dasar geometri seperti garis silang, segitiga (tumpal), lingkaran, dan segi empat.
Motif Kawung
Motif batik geometris tradisional Jawa berbentuk empat bulatan lonjong menyerupai buah kolang-kaling yang melambangkan keadilan dan kesucian.

Instrumen asesmen formatif & contoh soal pembelajaran

5 butir instrumen soal pilihan ganda berbasis HOTS untuk mengukur pemahaman konsep pada bab ini. Dilengkapi kunci jawaban dan uraian pembahasan analitis.

Soal 1

Teknik mengubah dan menyederhanakan bentuk tumbuhan atau hewan asli menjadi bentuk ornamen dekoratif yang indah tanpa menghilangkan ciri khas aslinya disebut...

  • A. Distorsi
  • B. Stilasi (penggayaan)
  • C. Deformasi total
  • D. Kolase
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Stilasi adalah penggayaan bentuk dengan menyederhanakan garis dan menambahkan hiasan dekoratif pada objek alam tanpa meninggalkan bentuk aslinya.

Soal 2

Motif ragam hias geometris berbentuk deretan segitiga sama kaki yang saling berjejer dan banyak dijumpai pada ukiran kain tenun atau songket dinamakan motif...

  • A. Meander
  • B. Tumpal
  • C. Swastika
  • D. Pilin
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Motif tumpal adalah motif geometris tradisional berbentuk bidang segitiga berderet yang melambangkan konsep kosmologis dan kekuatan.

Soal 3

Motif batik tradisional Jawa yang memiliki pola dasar menyerupai empat buah irisan buah aren atau kolang-kaling yang tersusun rapi membentuk lingkaran adalah...

  • A. Batik Parang Rusak
  • B. Batik Kawung
  • C. Batik Mega Mendung
  • D. Batik Truntum
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Batik Kawung memiliki pola geometris empat elips berpusat yang menyerupai buah kelapa sawit / kolang-kaling, salah satu motif tertua di Nusantara.

Soal 4

Pola penataan motif ragam hias di mana sisi kanan dan sisi kiri bidang gambar memiliki bentuk dan ukuran yang persis sama persis dinamakan pola...

  • A. Pola asimetris
  • B. Pola simetris
  • C. Pola bebas
  • D. Pola abstrak
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Pola simetris menempatkan ornamen secara seimbang dan bercermin sama persis antara bagian kiri-kanan atau atas-bawah bidang.

Soal 5

Motif batik khas Cirebon yang menampilkan visualisasi bentuk awan bergumpal-gumpal dengan gradasi warna berlapis yang khas dinamakan motif...

  • A. Sido Mukti
  • B. Mega Mendung
  • C. Sekar Jagad
  • D. Tambal
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Batik Mega Mendung adalah mahakarya motif asal Cirebon yang melukiskan bentuk awan pembawa hujan penyejuk kehidupan dengan gradasi garis kontras.

Petunjuk penggunaan berkas

Setelah mengunduh berkas perangkat ajar, ikuti langkah berikut untuk menggunakannya secara optimal:

  1. Buka dokumen menggunakan Microsoft Word, Google Docs, atau LibreOffice.
  2. Sesuaikan identitas satuan pendidikan, nama guru pengampu, NIP, serta alokasi waktu kelas.
  3. Cetak instrumen asesmen atau bagikan lembar kerja (LKPD) kepada peserta didik.

Bahan ajar Seni Rupa lainnya

  • Seni di Sekitarku dan Aneka Garis

    Seni Rupa SD Kelas 1 · Semester 1

  • Aneka Bentuk dan Warna Dasar

    Seni Rupa SD Kelas 1 · Semester 1

  • Eksplorasi Tekstur dengan Teknik Frottage

    Seni Rupa SD Kelas 1 · Semester 1