Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 12 SMA: Kontribusi Organisasi Kemasyarakatan Islam di Indonesia (Bab 5)
Sejarah pendirian dan kontribusi ormas Islam perintis kemerdekaan dan pembangunan (Nahdlatul Ulama / KH. Hasyim Asy'ari, Muhammadiyah / KH. Ahmad Dahlan, Persatuan Islam / Persis, Al-Irsyad Al-Islamiyyah), peran di bidang pendidikan, sosial kesehatan, ekonomi keumatan, serta penguatan Moderasi Beragama (Wasathiyyah).
Capaian dan tujuan pembelajaran
Peserta didik mampu menganalisis sejarah dan kontribusi monumental ormas Islam dalam pergerakan dan pembangunan Indonesia.
Peserta didik mampu meneladani kiprah para tokoh pendiri ormas Islam (KH. Ahmad Dahlan, KH. Hasyim Asy'ari).
Peserta didik mampu mengimplementasikan nilai-nilai Moderasi Beragama (Islam Wasathiyyah) dalam menjaga harmoni kebangsaan.
Materi pokok & uraian konsep pembelajaran
Organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam memainkan peranan yang sangat monumental dalam sejarah perjuangan kemerdekaan, pembentukan identitas kebangsaan, dan peletakan fondasi pendidikan serta pelayanan sosial di Indonesia.
Muhammadiyah (didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan tahun 1912 di Yogyakarta) mempelopori gerakan dakwah pencerahan, pemurnian akidah, pendirian ribuan sekolah modern, panti asuhan, dan rumah sakit PKU. Nahdlatul Ulama (didirikan oleh KH. Hasyim Asy'ari tahun 1926 di Surabaya) melestarikan tradisi Ahlussunnah wal Jama'ah (*Aswaja*), jaringan pesantren luhur, dan komitmen kebangsaan Resolusi Jihad 1945.
Sinergi ormas-ormas Islam—termasuk Al-Irsyad Al-Islamiyyah, Persis, Mathla'ul Anwar, dan Nahdlatul Wathan—menjadi benteng pertahanan paham Moderasi Beragama (*Wasathiyyah* yang berprinsip *Tawassuth, Tawazun, I'tidal, dan Tasamuh*) dalam menjaga persatuan NKRI.
Peta subtopik bahasan
Peran Sejarah Pendirian dan Khittah Muhammadiyah (KH. Ahmad Dahlan)
Menelaah teologi Al-Ma'un, rumah sakit PKU, dan modernisasi sistem madrasah sekolah.
Peran Sejarah Pendirian dan Tradisi Keagamaan Nahdlatul Ulama (KH. Hasyim Asy'ari)
Menganalisis prinsip Mabadi Khaira Ummah, Resolusi Jihad 22 Oktober 1945, dan tradisi pesantren.
Kontribusi Al-Irsyad, Persis, dan Ormas Islam Nusantara Lainnya
Menelaah peran Syaikh Ahmad Surkati, A. Hassan, dan jaringan dakwah pemurnian serta pendidikan.
Penguatan Paham Moderasi Beragama (Islam Wasathiyyah) di Indonesia
Pemahaman dan pengamalan ajaran Islam yang mengambil jalan tengah yang adil, seimbang, santun, toleran, dan menolak segala bentuk ekstremisme kekerasan.
Teologi Al-Ma'un
Gagasan gerakan filantropi sosial KH. Ahmad Dahlan yang menerjemahkan Surah Al-Ma'un menjadi aksi nyata pendirian rumah sakit, panti asuhan, dan pertolongan kaum miskin.
Resolusi Jihad 1945
Fatwa perjuangan fisik KH. Hasyim Asy'ari dan ulama NU pada 22 Oktober 1945 yang mewajibkan umat Islam mempertahankan kemerdekaan RI dari Sekutu (menjadi Hari Santri).
Tawassuth
Sikap keberagamaan yang berada di posisi tengah-tengah (moderat), tidak condong ke arah ekstrem kanan (radikal) maupun ekstrem kiri (liberal).
Tasamuh
Sikap toleransi, saling menghargai, dan berlapang dada dalam menghadapi perbedaan pandangan furu'iyah (cabang) keagamaan dan kemajemukan sosial.
5 butir instrumen soal pilihan ganda berbasis HOTS untuk mengukur pemahaman konsep pada bab ini. Dilengkapi kunci jawaban dan uraian pembahasan analitis.
Soal 1
Organisasi kemasyarakatan Islam yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan di Yogyakarta pada tanggal 18 November 1912 dengan mempelopori Teologi Al-Ma'un dan modernisasi pendidikan adalah...
A. Muhammadiyah
B. Nahdlatul Ulama
C. Al-Irsyad Al-Islamiyyah
D. Persatuan Tarbiyah Islamiyah
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan A
Pembahasan: Muhammadiyah didirikan KH. Ahmad Dahlan dengan fokus gerakan dakwah amar ma'ruf nahi munkar, sekolah modern, dan PKU.
Soal 2
Fatwa bersejarah yang dikeluarkan oleh KH. Hasyim Asy'ari bersama para ulama pada tanggal 22 Oktober 1945 yang menetapkan bahwa membela tanah air dari penjajah adalah fardhu 'ain dikenal sebagai...
A. Resolusi Jihad
B. Piagam Jakarta
C. Maklumat Pemerintah
D. Manifesto Politik
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan A
Pembahasan: Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 membakar semangat santri dan arek-arek Surabaya dalam Pertempuran 10 November 1945.
Soal 3
Tokoh ulama pendiri organisasi Al-Irsyad Al-Islamiyyah pada tahun 1914 di Jakarta yang memfokuskan gerakannya pada kesetaraan derajat manusia dan pendidikan modern adalah...
A. Syaikh Ahmad Surkati
B. KH. Samanhudi
C. A. Hassan
D. H.O.S. Tjokroaminoto
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan A
Pembahasan: Syaikh Ahmad Surkati mendirikan Al-Irsyad dengan mengusung pembaruan pendidikan dan pemberantasan taklid kasta.
Soal 4
Empat pilar utama karakter pengamalan Islam Wasathiyyah (Moderasi Beragama) di Indonesia adalah...
A. Tawassuth (moderat), Tawazun (seimbang), I'tidal (adil lurus), dan Tasamuh (toleran)
B. Takfir, Tabdil, Tahrif, dan Tajsim
C. Otokrasi, Monopoli, Separatis, dan Anarkis
D. Radikal, Liberal, Sekuler, dan Materialis
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan A
Pembahasan: Wasathiyyah berpegang pada moderasi (Tawassuth), keseimbangan (Tawazun), keadilan tegak (I'tidal), dan toleransi (Tasamuh).
Soal 5
Kontribusi nyata ormas-ormas Islam bagi kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terus dirasakan hingga saat ini antara lain...
A. Pengelolaan ribuan perguruan tinggi, rumah sakit umum, pesantren karakter, dan lembaga amil zakat yang memberdayakan masyarakat
B. Menolak membayar pajak kepada pemerintah
C. Melarang anak-anak perempuan mengenyam bangku sekolah
D. Menutup diri dari kerja sama antarumat beragama
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan A
Pembahasan: Ormas Islam merupakan pilar masyarakat sipil (*civil society*) yang menopang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan bangsa.
Instrumen evaluasi lengkap, lembar kerja peserta didik (LKPD), dan rubrik penilaian sumatif tersedia di dalam paket berkas perangkat ajar di bawah ini.