Modul Ajar Biologi Kelas 12 SMA: Pola Pertumbuhan dan Perkembangan Makhluk Hidup (Bab 1)

Menganalisis proses pertumbuhan (kuantitatif) dan perkembangan (kualitatif) tumbuhan dan hewan, pengaruh faktor internal (gen, hormon fitohormon) dan eksternal.

Capaian dan tujuan pembelajaran

  • Membedakan konsep pertumbuhan (kuantitatif, *irreversible*) dan perkembangan (kualitatif, diferensiasi seluler) pada tumbuhan dan hewan.
  • Menganalisis fungsi hormon tumbuhan / fitohormon (auksin, giberelin, sitokinin, asam absisat, etilen, asam traumalin, kalin) dalam regulasi fisiologi.
  • Merancang dan melaksanakan eksperimen ilmiah pengaruh faktor lingkungan (cahaya, air, suhu, nutrisi) terhadap laju perkecambahan dan pertumbuhan tanaman.

Materi pokok & uraian konsep pembelajaran

Pertumbuhan dan perkembangan merupakan ciri fundamental makhluk hidup yang menandai pertambahan ukuran biomassa dan kematangan fungsional organisme. Pada jenjang SMA Kelas 12, peserta didik membedakan antara pertumbuhan yang bersifat kuantitatif dan tidak dapat balik (*irreversible*) akibat pembelahan dan pemanjangan sel, dengan perkembangan yang bersifat kualitatif melalui diferensiasi, spesialisasi jaringan, dan organogenesis.

Pada tumbuhan tingkat tinggi, perkecambahan biji (epigeal dan hipogeal) diatur secara terkoordinasi oleh interaksi faktor internal (genetik dan regulasi hormonal fitohormon). Peserta didik meneliti peran auksin dalam dominansi apikal dan fototropisme, antagonisme auksin-sitokinin, stimulasi pemecahan dormansi oleh giberelin, pematangan buah oleh gas etilen, serta respon cekaman kekeringan oleh asam absisat (ABA).

Peserta didik juga mendalami fase embrionik (morula, blastula, gastrula, diferensiasi lapisan ektoderm/mesoderm/endoderm) dan pasca-embrionik (metamorfosis dan regenerasi) pada hewan. Melalui metode eksperimen ilmiah mandiri, peserta didik merancang variabel penelitian untuk menguji pengaruh faktor lingkungan terhadap laju pertumbuhan tanaman.

Peta subtopik bahasan

  • Mekanisme Pertumbuhan Primer, Sekunder, dan Perkecambahan

    Aktivitas meristem apikal dan lateral (kambium vaskuler/gabus), perkecambahan epigeal vs hipogeal, dan imbibisi biji.

  • Regulasi Fitohormon dan Interaksi Sinergis/Antagonis

    Mekanisme kerja auksin (teori Cholodny-Went), sitokinin, giberelin, asam absisat (ABA), gas etilen, dan respon fotoperiodisme.

  • Fase Perkembangan Hewan dan Perancangan Percobaan Ilmiah

    Tahap gastrulasi, organogenesis tiga lapisan germinal, metamorfosis sempurna/tidak sempurna, dan perumusan hipotesis penelitian.

Istilah kunci dan glosarium

Pertumbuhan Primer
Pertumbuhan memanjang pada ujung akar dan ujung batang yang dihasilkan dari aktivitas pembelahan sel-sel meristem apikal.
Auksin (IAA)
Hormon tumbuhan yang memicu pemanjangan sel, dominansi apikal, dan fototropisme, namun mudah terurai jika terkena paparan cahaya intensif.
Perkecambahan Epigeal
Tipe perkecambahan di mana kotiledon terangkat ke atas permukaan tanah akibat pemanjangan ruas batang hipokotil.
Asam Absisat (ABA)
Fitohormon penghambat pertumbuhan (inhibitor) yang memicu penutupan stomata saat cekaman kekeringan dan mempertahankan dormansi biji.
Gastrulasi
Fase perkembangan embrio hewan di mana terjadi invaginasi seluler yang membentuk tiga lapisan lembaga: ektoderm, mesoderm, dan endoderm.

Instrumen asesmen formatif & contoh soal pembelajaran

5 butir instrumen soal pilihan ganda berbasis HOTS untuk mengukur pemahaman konsep pada bab ini. Dilengkapi kunci jawaban dan uraian pembahasan analitis.

Soal 1

Sebuah tanaman pot diletakkan di dalam ruangan dekat jendela. Setelah satu minggu, ujung batang tanaman membengkok tumbuh mengarah ke arah datangnya cahaya matahari (fototropisme positif). Penjelasan fisiologis yang paling tepat untuk fenomena ini adalah...

  • A. Cahaya menarik molekul sel tanaman secara gravitasi.
  • B. Hormon auksin pada sisi batang yang terkena cahaya mengalami penguraian/kerusakan, sedangkan auksin di sisi gelap tetap aktif sehingga sel di sisi gelap memanjang lebih cepat dan batang membengkok ke arah cahaya.
  • C. Gas etilen menghancurkan sel-sel daun di sisi gelap.
  • D. Akar tanaman berhenti menyerap air di dalam ruangan.
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Berdasarkan teori Cholodny-Went, auksin bersifat peka cahaya; konsentrasi auksin lebih tinggi di sisi teduh/gelap memicu pemanjangan sel asimetris sehingga pucuk membengkok menuju cahaya.

Soal 2

Jika seorang petani ingin mempercepat pematangan buah pisang yang baru dipetik secara serempak di dalam ruang penyimpanan, hormon tumbuhan yang efektif diaplikasikan adalah...

  • A. Asam Traumalin
  • B. Gas Etilen
  • C. Sitokinin
  • D. Asam Absisat
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Gas etilen merupakan hormon tumbuhan berbentuk gas yang merangsang respirasi klimakterik, pemecahan klorofil, dan hidrolisis pati menjadi gula dalam proses pematangan buah.

Soal 3

Tipe perkecambahan biji kacang tanah di mana kotiledon terangkat ke atas permukaan tanah akibat pemanjangan bagian hipokotil disebut tipe...

  • A. Perkecambahan Hipogeal
  • B. Perkecambahan Epigeal
  • C. Dormansi Biji
  • D. Partenokarpi
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Pada perkecambahan epigeal (misal kacang hijau dan kedelai), hipokotil memanjang mendorong kotiledon dan epikotil keluar ke atas permukaan tanah.

Soal 4

Lapisan germinal mesoderm pada fase gastrulasi embrio hewan triploblastik kelak akan berkembang berdiferensiasi menjadi organ tubuh berupa...

  • A. Sistem saraf otak dan lapisan epidermis kulit luar.
  • B. Sistem rangka tulang, otot, pembuluh darah jantung, dan organ reproduksi.
  • C. Lapisan epitel saluran pencernaan lambung dan paru-paru.
  • D. Rambut dan kuku jari tangan.
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Lapisan mesoderm (tengah) membentuk sistem muskuloskeletal (otot dan tulang), sistem sirkulasi kardiovaskular, sistem ekskresi, dan sistem reproduksi.

Soal 5

Peristiwa 'etiolasi' pada tanaman yang ditumbuhkan di tempat yang gelap gulita dicirikan oleh gejala...

  • A. Batang tumbuh sangat pendek, daun hijau gelap dan tebal.
  • B. Batang tumbuh sangat cepat dan tinggi abnormal, tetapi pucat, rapuh, dan daun berwarna kuning klorotik karena ketiadaan cahaya untuk sintesis klorofil.
  • C. Tanaman langsung berbunga lebat dalam 2 hari.
  • D. Akar tanaman membesar menjadi umbi raksasa.
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Etiolasi terjadi karena auksin tidak terurai di tempat gelap memicu pemanjangan batang ekstrem, namun kloroplas tidak dapat membentuk klorofil tanpa cahaya sehingga tanaman pucat rapuh.

Petunjuk penggunaan berkas

Setelah mengunduh berkas perangkat ajar, ikuti langkah berikut untuk menggunakannya secara optimal:

  1. Buka dokumen menggunakan Microsoft Word, Google Docs, atau LibreOffice.
  2. Sesuaikan identitas satuan pendidikan, nama guru pengampu, NIP, serta alokasi waktu kelas.
  3. Cetak instrumen asesmen atau bagikan lembar kerja (LKPD) kepada peserta didik.

Bahan ajar Biologi lainnya

  • Keanekaragaman Hayati Indonesia

    Biologi SMA Kelas 10 · Semester 1

  • Virus dan Peranannya dalam Kehidupan

    Biologi SMA Kelas 10 · Semester 1

  • Keanekaragaman Mikroorganisme: Monera, Protista, dan Fungi

    Biologi SMA Kelas 10 · Semester 1