Modul Ajar Sejarah Kelas 10 SMA: Jalur Rempah dan Kerajaan Hindu-Buddha di Nusantara (Bab 3)

Pembelajaran perdagangan maritim Jalur Rempah kuno, teori masuknya agama Hindu-Buddha (Brahmana, Ksatria, Waisya, Arus Balik), perkembangan kerajaan maritim dan agraris (Kutai, Tarumanegara, Sriwijaya, Mataram Kuno, Majapahit), akulturasi candi, sastra, dan sistem birokrasi.

Capaian dan tujuan pembelajaran

  • Peserta didik mampu menganalisis peran strategis Jalur Rempah dalam perdagangan dunia kuno.
  • Peserta didik mampu membandingkan teori-teori masuknya pengaruh Hindu-Buddha ke Nusantara.
  • Peserta didik mampu menelaah perkembangan kerajaan maritim dan peninggalan akulturasi budaya Hindu-Buddha.

Materi pokok & uraian konsep pembelajaran

Letak geografis Kepulauan Nusantara yang strategis di persimpangan jalur pelayaran samudra dunia melahirkan jaringan perdagangan maritim kuno yang masyhur sebagai Jalur Rempah (*Spice Route*). Komoditas pala, cengkih, dan kayu cendana menjadi magnet interaksi antarbangsa.

Masuknya kebudayaan Hindu-Buddha ke Nusantara melahirkan transformasi sistem sosial, peralihan dari kepemimpinan kesukuan (*primus inter pares*) menuju sistem monarki kerajaan berdaulat, pengenalan aksara Pallawa, bahasa Sanskerta, dan sistem kalender Saka.

Kejayaan Kerajaan Sriwijaya sebagai pusat maritim dan pusat pembelajaran agama Buddha internasional di Asia Tenggara, serta kemegahan Kemaharajaan Majapahit dengan Sumpah Palapa Patih Gajah Mada, membuktikan peradaban maritim Indonesia yang tangguh, diplomatis, dan kosmopolitan.

Peta subtopik bahasan

  • Jalur Rempah Maritim dan Perdagangan Samudra

    Menelaah rute niaga rempah kepulauan Maluku-Jawa-Sumatra menuju India, Timur Tengah, dan Tiongkok.

  • Teori-Teori Masuk dan Berkembangnya Hindu-Buddha

    Menganalisis kelebihan dan kelemahan Teori Brahmana (Van Leur), Teori Ksatria, Teori Waisya (Krom), dan Teori Arus Balik (F.D.K. Bosch).

  • Kerajaan-Kerajaan Hindu-Buddha Terkemuka di Nusantara

    Mengkaji sistem politik dan ekonomi Kerajaan Kutai, Tarumanegara, Sriwijaya, Mataram Kuno, Singasari, dan Majapahit.

  • Wujud Akulturasi Kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia

    Menganalisis seni bangunan candi (Borobudur, Prambanan), seni rupa relief, kitab sastra Kakawin, dan sistem kenegaraan.

Istilah kunci dan glosarium

Jalur Rempah
Jaringan niaga maritim kuno yang menghubungkan kepulauan penghasil rempah Nusantara dengan pusat-pusat peradaban dunia.
Teori Arus Balik
Teori yang menyatakan bahwa orang-orang Nusantara sendiri yang aktif berlayar ke India untuk belajar agama lalu kembali menyebarkannya di tanah air.
Prasasti Yupa
Tujuh tiang batu beraksara Pallawa dan bahasa Sanskerta peninggalan Kerajaan Kutai abad ke-4 Masehi di Kalimantan Timur.
Sumpah Palapa
Sumpah persatuan yang diikrarkan oleh Mahapatih Gajah Mada di hadapan Ratu Tribhuwana Tunggadewi untuk menyatukan Nusantara di bawah panji Majapahit.
Candi Borobudur
Monumen candi Buddha Mahayana terbesar di dunia yang dibangun oleh Dinasti Syailendra pada abad ke-8 Masehi di Magelang, Jawa Tengah.

Instrumen asesmen formatif & contoh soal pembelajaran

5 butir instrumen soal pilihan ganda berbasis HOTS untuk mengukur pemahaman konsep pada bab ini. Dilengkapi kunci jawaban dan uraian pembahasan analitis.

Soal 1

Teori masuknya agama Hindu ke Indonesia yang dikemukakan oleh F.D.K. Bosch dan didukung bukti aktifnya pemuda Nusantara belajar di perguruan Nalanda India dinamakan Teori...

  • A. Teori Brahmana
  • B. Teori Ksatria
  • C. Teori Waisya
  • D. Teori Arus Balik
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan D

Pembahasan: Teori Arus Balik menekankan peran aktif kaum terpelajar Nusantara yang belajar langsung ke India lalu pulang mendirikan pusat keagamaan di tanah air.

Soal 2

Faktor geografis dan ekonomi utama yang mendorong Kerajaan Sriwijaya berkembang menjadi kerajaan maritim terbesar di Asia Tenggara pada abad ke-7 hingga ke-11 Masehi adalah...

  • A. Menguasai jalur pelayaran perdagangan strategis di Selat Malaka dan Selat Sunda serta memiliki armada laut yang kuat
  • B. Memiliki lahan persawahan terluas di dunia
  • C. Menutup pelabuhan dari pedagang asing
  • D. Hanya mengandalkan hasil pertambangan emas di daratan
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan A

Pembahasan: Posisi Sriwijaya di Selat Malaka menjadikannya bandar transit internasional strategis dan pengendali bea cukai pelayaran dunia timur-barat.

Soal 3

Prasasti tertua di Indonesia yang menjadi penanda berakhirnya zaman praaksara dan dimulainya zaman sejarah di Nusantara adalah prasasti peninggalan Kerajaan Kutai yang disebut...

  • A. Prasasti Ciaruteun
  • B. Prasasti Yupa
  • C. Prasasti Kedukan Bukit
  • D. Prasasti Canggal
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Prasasti Yupa (bertarikh sekitar 400 M) dari masa Raja Mulawarman merupakan bukti tertulis tertua yang ditemukan di wilayah Nusantara.

Soal 4

Ikrar legendaris Mahapatih Gajah Mada pada masa kejayaan Kemaharajaan Majapahit untuk menyatukan wilayah kepulauan Nusantara tercatat dalam Kitab Pararaton dengan nama...

  • A. Sumpah Pemuda
  • B. Sumpah Palapa
  • C. Piagam Jakarta
  • D. Perjanjian Giyanti
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Sumpah Palapa diucapkan Gajah Mada dengan tekad tidak akan menikmati istirahat/kenikmatan duniawi sebelum menyatukan wilayah Nusantara.

Soal 5

Wujud akulturasi seni arsitektur candi di Indonesia dengan kebudayaan asli praaksara Nusantara terlihat pada struktur bangunan candi yang berbentuk...

  • A. Punden berundak bertingkat
  • B. Kubah setengah lingkaran murni
  • C. Piramida lancip Mesir kuno
  • D. Tiang-tiang pualam Romawi
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan A

Pembahasan: Candi-candi di Nusantara (seperti Borobudur dan Sukuh) mengadopsi struktur punden berundak megalitikum asli Nusantara sebagai simbol tingkatan semesta.

Petunjuk penggunaan berkas

Setelah mengunduh berkas perangkat ajar, ikuti langkah berikut untuk menggunakannya secara optimal:

  1. Buka dokumen menggunakan Microsoft Word, Google Docs, atau LibreOffice.
  2. Sesuaikan identitas satuan pendidikan, nama guru pengampu, NIP, serta alokasi waktu kelas.
  3. Cetak instrumen asesmen atau bagikan lembar kerja (LKPD) kepada peserta didik.

Bahan ajar Sejarah lainnya

  • Pengantar Ilmu Sejarah dan Berpikir Historis

    Sejarah SMA Kelas 10 · Semester 1

  • Kehidupan Manusia Purba dan Asal-Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia

    Sejarah SMA Kelas 10 · Semester 1

  • Islamisasi dan Jaringan Kerajaan Islam di Nusantara

    Sejarah SMA Kelas 10 · Semester 2