Modul Ajar IPAS Kelas 3 SD: Siklus Hidup Makhluk Hidup (Bab 2)

Materi daur hidup makhluk hidup, metamorfosis sempurna (kupu-kupu, katak) vs tidak sempurna (belalang, kecoak), serta perlindungan satwa langka.

Capaian dan tujuan pembelajaran

  • Peserta didik mampu mendeskripsikan tahapan siklus hidup beberapa jenis hewan dengan bagan yang runtut.
  • Peserta didik mampu membedakan metamorfosis sempurna dan tidak sempurna berdasarkan ciri-ciri tahapannya.
  • Peserta didik mampu menjelaskan pentingnya pelestarian hewan agar siklus hidupnya tetap berkelanjutan.

Materi pokok & uraian konsep pembelajaran

Setiap makhluk hidup mengalami siklus pertumbuhan dari lahir/menetas hingga dewasa dan menghasilkan keturunan. Tahapan pertumbuhan ini disebut dengan siklus atau daur hidup.

Beberapa hewan mengalami perubahan bentuk tubuh yang sangat berbeda di setiap tahapannya (metamorfosis sempurna), seperti kupu-kupu dan katak. Sementara hewan lain hanya mengalami pertambahan ukuran tanpa perubahan bentuk drastis (metamorfosis tidak sempurna atau tanpa metamorfosis).

Peserta didik menyusun bagan siklus hidup melalui proyek gambar dan memahami pentingnya menjaga siklus hidup makhluk hidup agar tidak mengalami kepunahan.

Peta subtopik bahasan

  • Topik A: Siklus Hidup Hewan Tanpa Metamorfosis

    Mengidentifikasi daur hidup hewan mamalia dan unggas yang tidak mengalami perubahan bentuk ekstrem (kucing, ayam).

  • Topik B: Metamorfosis Sempurna dan Tidak Sempurna

    Menganalisis tahapan telur-larva-pupa-imago pada kupu-kupu dan membandingkannya dengan daur hidup belalang.

  • Topik C: Upaya Pelestarian Siklus Hidup Satwa

    Mendiskusikan pentingnya menjaga lingkungan agar rantai daur hidup satwa liar tidak terputus.

Istilah kunci dan glosarium

Daur Hidup
Seluruh rangkaian tahapan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami makhluk hidup sepanjang hidupnya.
Metamorfosis Sempurna
Perubahan bentuk hewan yang melalui 4 fase berbeda: telur, larva/ulat, pupa/kepompong, dan dewasa.
Metamorfosis Tidak Sempurna
Perubahan bentuk hewan melalui 3 fase (telur, nimfa, dewasa) tanpa melalui fase kepompong.
Nimfa
Bentuk hewan muda yang sudah menyerupai bentuk dewasanya namun ukurannya lebih kecil dan belum bersayap lengkap.

Instrumen asesmen formatif & contoh soal pembelajaran

5 butir instrumen soal pilihan ganda berbasis HOTS untuk mengukur pemahaman konsep pada bab ini. Dilengkapi kunci jawaban dan uraian pembahasan analitis.

Soal 1

Urutan tahapan daur hidup kupu-kupu yang benar dari awal hingga dewasa adalah...

  • A. Telur → kepompong → ulat → kupu-kupu
  • B. Telur → ulat (larva) → kepompong (pupa) → kupu-kupu
  • C. Ulat → telur → kepompong → kupu-kupu
  • D. Kepompong → ulat → telur → kupu-kupu
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Kupu-kupu mengalami metamorfosis sempurna: telur menetas menjadi ulat (larva), berubah menjadi kepompong (pupa), lalu keluar menjadi kupu-kupu dewasa.

Soal 2

Hewan berikut yang mengalami metamorfosis tidak sempurna adalah...

  • A. Kupu-kupu dan katak
  • B. Nyamuk dan lalat
  • C. Belalang dan kecoak
  • D. Ayam dan kucing
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan C

Pembahasan: Belalang dan kecoak berkembang biak melalui fase telur, nimfa (hewan muda), dan dewasa tanpa fase pupa.

Soal 3

Pada daur hidup katak, setelah telur menetas di dalam air, tahap selanjutnya adalah menjadi...

  • A. Berudu (kecebong)
  • B. Katak berekor tanpa kaki
  • C. Katak dewasa
  • D. Kepompong air
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan A

Pembahasan: Telur katak menetas menjadi berudu yang bernapas dengan insang luar sebelum tumbuh kaki dan paru-paru.

Soal 4

Perbedaan utama daur hidup ayam dengan daur hidup nyamuk adalah...

  • A. Ayam bertelur sedangkan nyamuk melahirkan
  • B. Anak ayam memiliki bentuk tubuh mirip induknya, sedangkan jentik nyamuk sangat berbeda dari nyamuk dewasa
  • C. Nyamuk tidak mengalami fase telur
  • D. Ayam hidup di air saat masih kecil
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Ayam tidak mengalami metamorfosis sehingga anak ayam mirip induknya, sedangkan nyamuk mengalami metamorfosis sempurna melalui jentik (larva).

Soal 5

Mengapa kita tidak boleh memburu kepompong ulat sutra secara berlebihan di alam liar tanpa pembudidayaan?

  • A. Karena ulat sutra berbahaya bagi tanaman
  • B. Agar siklus hidup ulat sutra tidak terputus dan populasinya tetap lestari
  • C. Karena kepompong tidak memiliki manfaat
  • D. Agar tanaman di hutan cepat habis
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Pemanfaatan sumber daya alam hayati harus diimbangi dengan budidaya agar siklus regenerasi hewan tetap terjaga.

Petunjuk penggunaan berkas

Setelah mengunduh berkas perangkat ajar, ikuti langkah berikut untuk menggunakannya secara optimal:

  1. Buka dokumen menggunakan Microsoft Word, Google Docs, atau LibreOffice.
  2. Sesuaikan identitas satuan pendidikan, nama guru pengampu, NIP, serta alokasi waktu kelas.
  3. Cetak instrumen asesmen atau bagikan lembar kerja (LKPD) kepada peserta didik.

Bahan ajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) lainnya

  • Mari Kenali Hewan di Sekitar Kita

    Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) SD Kelas 3 · Semester 1

  • Hidup Bersama Alam dan Ekosistem Sekitar

    Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) SD Kelas 3 · Semester 1

  • Berkenalan dengan Energi dan Sumbernya

    Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) SD Kelas 3 · Semester 1