Modul Ajar Seni Rupa Kelas 5 Bab 5: Mengenal Ragam Hias Kain Tradisional (Batik Jumputan)

Mengeksplorasi teknik batik ikat celup (jumputan/tie-dye) menggunakan kelereng, karet gelang, dan pewarna tekstil sintetis/alami pada media kain katun putih.

Capaian dan tujuan pembelajaran

  • Menjelaskan prinsip rintang warna pada proses pembuatan motif batik celup ikat.
  • Mempraktikkan teknik mengikat kelereng atau biji pada kain dengan karet gelang secara kuat.
  • Melakukan pencelupan warna kain secara bertahap untuk menghasilkan pola motif lingkaran mekar yang atraktif.

Materi pokok & uraian konsep pembelajaran

Bab Ragam Hias Kain Tradisional (Batik Ikat Celup / Jumputan) membimbing peserta didik kelas lima mempraktikkan seni tekstil tradisional celup rintang warna (*tie-dye* atau kain jumputan/sasirangan) menggunakan teknik mengikat, menjumput, dan melipat kain mori katun.

Peserta didik mempelajari prinsip perintangan warna: bagian kain yang diikat kencang menggunakan karet gelang, tali rafia, atau benang kasur (dengan menyisipkan kelereng, koin, atau batu kecil) tidak akan terserap oleh cairan pewarna tekstil sehingga menghasilkan motif melingkar konsentris (*sunburst* atau kembang) yang kontras.

Melalui eksperimen perpaduan zat pewarna sintetis ramah lingkungan atau pewarna alami (kunyit, daun suji, kulit bawang), peserta didik mengasah pemahaman kimia warna tekstil dasar, eksplorasi motif fraktal tak terduga, serta kecintaan pada wastra Nusantara.

Peta subtopik bahasan

  • Topik A: Mengenal Tradisi Kain Jumputan (Jawa), Sasirangan (Banjar), dan Pelangi (Palembang)

    Uraian konsep esensial, eksplorasi kontekstual, dan aktivitas pembelajaran terstruktur mengenai mengenal tradisi kain jumputan (jawa), sasirangan (banjar), dan pelangi (palembang).

  • Topik B: Prinsip Celup Rintang: Penggunaan Karet, Tali, Koin, dan Kelereng sebagai Perintang Warna

    Uraian konsep esensial, eksplorasi kontekstual, dan aktivitas pembelajaran terstruktur mengenai prinsip celup rintang: penggunaan karet, tali, koin, dan kelereng sebagai perintang warna.

  • Topik C: Teknik Pencelupan Pewarna Tekstil dan Proses Fiksasi Pengunci Warna (Waterglass)

    Uraian konsep esensial, eksplorasi kontekstual, dan aktivitas pembelajaran terstruktur mengenai teknik pencelupan pewarna tekstil dan proses fiksasi pengunci warna (waterglass).

  • Topik D: Membuka Ikatan, Pembilasan, Pengeringan, dan Perancangan Produk Taplak Meja/Syal

    Uraian konsep esensial, eksplorasi kontekstual, dan aktivitas pembelajaran terstruktur mengenai membuka ikatan, pembilasan, pengeringan, dan perancangan produk taplak meja/syal.

Istilah kunci dan glosarium

Batik Jumputan
Teknik menghias kain dengan cara menjumput sebagian kain lalu mengikatnya kencang sebelum dicelupkan ke dalam larutan zat pewarna.
Celup Rintang (Tie-Dye)
Metode pewarnaan tekstil di mana ikatan atau lipatan fisik merintangi cairan warna agar tidak meresap ke bagian tertentu.
Kain Mori Katun
Kain tenun polos berbahan serat kapas alami yang memiliki daya serap tinggi terhadap zat pewarna tekstil.
Fiksasi
Proses penguncian zat warna pada serat kain (menggunakan larutan fiksatif seperti waterglass atau cuka) agar warna tidak luntur saat dicuci.
Motif Konsentris
Pola lingkaran-lingkaran bertingkat yang memiliki satu titik pusat sama hasil dari ikatan kelereng.

Instrumen asesmen formatif & contoh soal pembelajaran

5 butir instrumen soal pilihan ganda berbasis HOTS untuk mengukur pemahaman konsep pada bab ini. Dilengkapi kunci jawaban dan uraian pembahasan analitis.

Soal 1

Prinsip dasar pembuatan motif pada kain batik ikat celup (jumputan) adalah...

  • A. Melukis permukaan kain dengan cat minyak tebal menggunakan kuas
  • B. Mengikat erat bagian kain tertentu dengan tali/karet sehingga cairan pewarna terhalang (terintangi) meresap ke bagian ikatan tersebut
  • C. Menjahit kain dengan mesin jahit otomatis
  • D. Merobek-robek kain menjadi pita kecil lalu disambung kembali
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Tekanan kencang dari ikatan karet/tali merintangi penetrasi zat pewarna sehingga area ikatan mempertahankan warna asli kain (putih).

Soal 2

Jika sebuah kelereng diletakkan di bawah kain mori lalu diikat rapat melingkar dengan karet gelang berulang-ulang, motif yang akan terbentuk setelah dicelup pewarna adalah...

  • A. Garis lurus kotak catur
  • B. Motif lingkaran konsentris bertingkat menyerupai bunga mekar atau pancaran sinar matahari (*sunburst*)
  • C. Gambar wajah tokoh wayang
  • D. Huruf abjad tegak bersambung
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Benda bulat (kelereng/koin) yang diikat menghasilkan pola lingkaran cincin konsentris beradius simetris di sekeliling titik puncak jumputan.

Soal 3

Karakteristik kain yang paling baik dan mudah menyerap larutan zat warna pada pembuatan batik jumputan adalah...

  • A. Kain plastik jas hujan yang kedap air
  • B. Kain katun mori putih atau kain sutra alami berbahan serat kapas murni
  • C. Kain terpal truk yang tebal dan kaku
  • D. Bahan kulit sintetis mengilap
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Serat selulosa alami pada katun memiliki pori kapiler terbuka yang sangat aktif mengikat molekul zat warna secara merata dan kuat.

Soal 4

Fungsi merendam kain yang telah diwarnai ke dalam larutan pengunci (fiksasi seperti waterglass) sebelum dibilas adalah...

  • A. Membuat kain menjadi harum semerbak
  • B. Mengunci zat pewarna pada serat kain agar warna menempel permanen dan tidak luntur saat dicuci air
  • C. Melarutkan seluruh benang kain
  • D. Membuat ikatan karet meleleh panas
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Larutan fiksatif mereaksikan ikatan kimiawi antara zat pewarna dan serat selulosa katun sehingga warna tidak luntur terkena air bilasan.

Soal 5

Tradisi kain celup rintang khas suku Banjar di Kalimantan Selatan yang terkenal dengan motif serat jelujur warna-warni disebut kain...

  • A. Kain Sasirangan
  • B. Kain Ulos
  • C. Kain Songket
  • D. Kain Tapis
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan A

Pembahasan: Sasirangan (berasal dari kata 'sirang' artinya menjelujur) adalah wastra celup rintang tradisional khas Kalimantan Selatan dengan pola jelujur benang.

Petunjuk penggunaan berkas

Setelah mengunduh berkas perangkat ajar, ikuti langkah berikut untuk menggunakannya secara optimal:

  1. Buka dokumen menggunakan Microsoft Word, Google Docs, atau LibreOffice.
  2. Sesuaikan identitas satuan pendidikan, nama guru pengampu, NIP, serta alokasi waktu kelas.
  3. Cetak instrumen asesmen atau bagikan lembar kerja (LKPD) kepada peserta didik.

Bahan ajar Seni Rupa lainnya

  • Seni di Sekitarku dan Aneka Garis

    Seni Rupa SD Kelas 1 · Semester 1

  • Aneka Bentuk dan Warna Dasar

    Seni Rupa SD Kelas 1 · Semester 1

  • Eksplorasi Tekstur dengan Teknik Frottage

    Seni Rupa SD Kelas 1 · Semester 1