Modul Ajar PJOK Kelas 5 Bab 5: Kebugaran Jasmani dan Pengukuran Denyut Nadi

Melakukan pengukuran denyut nadi istirahat dan setelah latihan, latihan kekuatan otot (push-up, sit-up, plank), latihan kelenturan (split, cium lutut), dan uji ketahanan kardiovaskular bertahap.

Capaian dan tujuan pembelajaran

  • Menghitung denyut nadi pada arteri radialis (pergelangan tangan) dan karotis (leher) secara mandiri.
  • Mempraktikkan latihan kekuatan otot inti dan kelenturan sendi dengan teknik postur yang benar.
  • Menganalisis keterkaitan antara aktivitas fisik teratur dengan kebugaran organ pernapasan dan peredaran darah.

Materi pokok & uraian konsep pembelajaran

Bab Aktivitas Kebugaran Jasmani dan Pengukuran Denyut Nadi memperkenalkan peserta didik kelas lima pada konsep daya tahan kardiorespiratori (jantung dan paru) serta cara praktis mengukur intensitas latihan fisik melalui palpasi denyut nadi radialis (pergelangan tangan) dan karotis (leher).

Peserta didik mempelajari cara menghitung Denyut Nadi Istirahat (DNI), Denyut Nadi Maksimal (DNM = 220 - usia), dan Zona Latihan Target (60–85% dari DNM). Mereka mempraktikkan program latihan peningkatan daya tahan seperti lari bolak-balik (*shuttle run*), lari pelan (*jogging*) 12 menit, dan lompat tali (*skipping*).

Melalui pencatatan lembar monitor denyut jantung sebelum dan sesudah latihan, peserta didik menyadari hubungan langsung antara beban aktivitas fisik dengan kerja pompa jantung, menumbuhkan kesadaran menjaga kesehatan organ vital sejak dini.

Peta subtopik bahasan

  • Topik A: Konsep Daya Tahan Jantung-Paru (Kardiorespiratori) dan Manfaatnya

    Uraian konsep esensial, eksplorasi kontekstual, dan aktivitas pembelajaran terstruktur mengenai konsep daya tahan jantung-paru (kardiorespiratori) dan manfaatnya.

  • Topik B: Teknik Menemukan dan Menghitung Denyut Nadi Radialis dan Karotis

    Uraian konsep esensial, eksplorasi kontekstual, dan aktivitas pembelajaran terstruktur mengenai teknik menemukan dan menghitung denyut nadi radialis dan karotis.

  • Topik C: Rumus Menghitung Denyut Nadi Maksimal (DNM) dan Zona Latihan Aman

    Uraian konsep esensial, eksplorasi kontekstual, dan aktivitas pembelajaran terstruktur mengenai rumus menghitung denyut nadi maksimal (dnm) dan zona latihan aman.

  • Topik D: Bentuk Latihan Aerobik: Jogging, Shuttle Run, dan Skipping Berdurasi

    Uraian konsep esensial, eksplorasi kontekstual, dan aktivitas pembelajaran terstruktur mengenai bentuk latihan aerobik: jogging, shuttle run, dan skipping berdurasi.

Istilah kunci dan glosarium

Denyut Nadi Radialis
Detak aliran darah arteri yang diraba pada pergelangan tangan searah dengan pangkal ibu jari.
Denyut Nadi Karotis
Detak pembuluh darah arteri leher di samping jakun yang mudah diraba saat berolahraga.
DNM (Denyut Nadi Maksimal)
Batas frekuensi detak jantung tertinggi yang dapat dicapai seseorang saat beraktivitas fisik berat (220 dikurangi usia).
Shuttle Run
Latihan lari bolak-balik menempuh jarak tertentu (5-10 meter) untuk mengukur dan melatih kelincahan serta daya tahan.
Aerobik
Aktivitas fisik berdurasi menengah-panjang yang menggunakan oksigen secara berkesinambungan untuk membakar energi.

Instrumen asesmen formatif & contoh soal pembelajaran

5 butir instrumen soal pilihan ganda berbasis HOTS untuk mengukur pemahaman konsep pada bab ini. Dilengkapi kunci jawaban dan uraian pembahasan analitis.

Soal 1

Seorang murid kelas lima berusia 11 tahun ingin menghitung Denyut Nadi Maksimal (DNM) teoritisnya. Nilai DNM murid tersebut berdasarkan rumus baku adalah...

  • A. 220 - 11 = 209 denyut per menit
  • B. 200 - 11 = 189 denyut per menit
  • C. 100 + 11 = 111 denyut per menit
  • D. 220 + 11 = 231 denyut per menit
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan A

Pembahasan: Rumus standar fisiologi olahraga untuk menghitung DNM adalah 220 dikurangi usia anak dalam tahun (220 - 11 = 209 dpm).

Soal 2

Lokasi yang paling tepat untuk meraba denyut nadi radialis dengan menggunakan dua jari (telunjuk dan tengah) adalah...

  • A. Di tengah tempurung lutut
  • B. Di pergelangan tangan bagian dalam, sejajar dengan pangkal ibu jari
  • C. Di ujung daun telinga
  • D. Di punggung telapak tangan bagian luar
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Arteri radialis melintas dekat permukaan kulit pada pergelangan tangan bagian dalam sejajar pangkal jempol, mudah diraba dengan dua jari.

Soal 3

Jika setelah berlari kencang denyut nadi seseorang berdetak sangat cepat, hal tersebut membuktikan bahwa...

  • A. Jantung sedang mengalami kerusakan parah
  • B. Jantung bekerja memompa darah lebih cepat untuk menyuplai kebutuhan oksigen dan nutrisi ke otot yang sedang bekerja keras
  • C. Tubuh kekurangan air gula secara mendadak
  • D. Paru-paru berhenti bekerja sementara
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Peningkatan denyut jantung saat olahraga merupakan respon fisiologis alami tubuh untuk mendistribusikan oksigen ke sel otot yang aktif.

Soal 4

Latihan lompat tali (skipping) secara teratur selama 15 menit setiap hari memberikan manfaat utama bagi...

  • A. Meningkatkan daya tahan jantung-paru, koordinasi mata-kaki, dan kekuatan otot tungkai
  • B. Membuat tulang menjadi rapuh
  • C. Memperlambat peredaran darah
  • D. Mengurangi tinggi badan anak
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan A

Pembahasan: Skipping adalah latihan aerobik impak sedang yang sangat efektif memperkuat otot betis-paha, memacu daya tahan kardiovaskular, dan melatih ritme motorik.

Soal 5

Waktu yang paling akurat untuk mengukur Denyut Nadi Istirahat (DNI) murni adalah...

  • A. Sesaat setelah menyelesaikan lari sprint 100 meter
  • B. Pagi hari saat baru bangun tidur sebelum melakukan aktivitas fisik apa pun
  • C. Setelah menyantap makan siang pedas
  • D. Saat sedang menonton film horor
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan B

Pembahasan: Denyut Nadi Istirahat (basal) paling murni diukur saat tubuh dalam kondisi relaksasi penuh tepat setelah bangun tidur di pagi hari.

Petunjuk penggunaan berkas

Setelah mengunduh berkas perangkat ajar, ikuti langkah berikut untuk menggunakannya secara optimal:

  1. Buka dokumen menggunakan Microsoft Word, Google Docs, atau LibreOffice.
  2. Sesuaikan identitas satuan pendidikan, nama guru pengampu, NIP, serta alokasi waktu kelas.
  3. Cetak instrumen asesmen atau bagikan lembar kerja (LKPD) kepada peserta didik.

Bahan ajar Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) lainnya

  • Pola Gerak Dasar Lokomotor

    Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) SD Kelas 1 · Semester 1

  • Pola Gerak Dasar Non-Lokomotor

    Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) SD Kelas 1 · Semester 1

  • Pola Gerak Dasar Manipulatif

    Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) SD Kelas 1 · Semester 1