Modul Ajar PAI Kelas 6 Bab 8: Meneladani Keteladanan Tokoh Islam Nusantara (Wali Songo)
Mengkaji biografi dan strategi dakwah sembilan wali (Wali Songo) di tanah Jawa yang santun, damai, dan mengedepankan akulturasi seni budaya tradisi (wayang, tembang, gamelan) tanpa kekerasan.
Capaian dan tujuan pembelajaran
Menyebutkan nama-nama Wali Songo beserta wilayah dakwah dan karya peninggalannya.
Menganalisis strategi dakwah kultural Sunan Kalijaga dan Sunan Kudus dalam merangkul masyarakat lokal.
Meneladani semangat toleransi, keramahan, dan kearifan para tokoh penyebar Islam di Nusantara.
Materi pokok & uraian konsep pembelajaran
Bab penutup PAI Fase C mengkaji sejarah penyebaran Islam yang damai di Nusantara melalui keteladanan Sembilan Wali (Wali Songo) di Pulau Jawa.
Peserta didik mempelajari strategi dakwah kultural para wali yang mengedepankan kearifan lokal tanpa kekerasan: Sunan Gresik (pertanian dan pengobatan), Sunan Ampel (falsafah Moh Limo), Sunan Bonang (gamelan dan tembang Tombo Ati), Sunan Drajat (kedermawanan sosial), Sunan Kudus (penghormatan sapi dan toleransi budaya), Sunan Muria (dakwah pedesaan), Sunan Gunung Jati (tata negara), Sunan Giri (permainan anak tradisional), dan Sunan Kalijaga (wayang kulit dan tembang Ilir-Ilir).
Materi menginspirasi peserta didik untuk meneladani dakwah ramah, santun, toleran, dan cinta damai dalam menyebarkan nilai-nilai Islam rahmatan lil 'alamin.
Peta subtopik bahasan
Topik A: Mengenal Tokoh Sembilan Wali Songo dan Wilayah Dakwahnya
5 butir instrumen soal pilihan ganda berbasis HOTS untuk mengukur pemahaman konsep pada bab ini. Dilengkapi kunci jawaban dan uraian pembahasan analitis.
Soal 1
Wali Songo yang terkenal menggunakan media seni wayang kulit dan tembang 'Gundul-Gundul Pacul' serta 'Lir-Ilir' sebagai sarana dakwah adalah...
A. Sunan Kalijaga
B. Sunan Gresik
C. Sunan Gunung Jati
D. Sunan Giri
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan A
Pembahasan: Sunan Kalijaga sangat piawai menggunakan media seni wayang kulit berlakon islami untuk berdakwah.
Soal 2
Falsafah 'Moh Limo' (tidak berjudi, tidak mabuk, tidak mengisap candu, tidak mencuri, dan tidak berzina) merupakan ajaran dakwah dari...
A. Sunan Ampel (Raden Rahmat)
B. Sunan Bonang
C. Sunan Muria
D. Sunan Drajat
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan A
Pembahasan: Falsafah Moh Limo diajarkan oleh Sunan Ampel di pesantren Ampeldenta Surabaya.
Soal 3
Bentuk toleransi budaya tingkat tinggi yang ditunjukkan oleh Sunan Kudus dalam berdakwah kepada masyarakat yang saat itu mayoritas memeluk agama Hindu adalah...
A. Melarang menyembelih sapi saat hari raya kurban dan menggantinya dengan kerbau untuk menghormati umat Hindu
B. Merusak pura dan candi kuno
C. Mengusir masyarakat Hindu keluar kota
D. Mewajibkan bahasa Arab bagi semua orang
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan A
Pembahasan: Sunan Kudus melarang menyembelih sapi demi menghormati hewan suci masyarakat Hindu Kudus.
Soal 4
Wali Songo yang menyebarkan Islam di wilayah Jawa Barat dan memimpin Kesultanan Cirebon adalah...
A. Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah)
B. Sunan Bonang
C. Sunan Giri
D. Sunan Gresik
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan A
Pembahasan: Sunan Gunung Jati mengembangkan dakwah Islam dan pemerintahan di Cirebon dan Banten.
Soal 5
Tembang dakwah 'Tombo Ati' (Obat Hati) yang sangat terkenal diciptakan oleh...
A. Sunan Bonang (Raden Makhdum Ibrahim)
B. Sunan Drajat
C. Sunan Muria
D. Sunan Ampel
Lihat Kunci Jawaban & Pembahasan
Kunci Jawaban: Pilihan A
Pembahasan: Sunan Bonang menggubah tembang Tombo Ati dengan iringan gamelan bonang.
Instrumen evaluasi lengkap, lembar kerja peserta didik (LKPD), dan rubrik penilaian sumatif tersedia di dalam paket berkas perangkat ajar di bawah ini.